
Batam (LB) – Srikandi PT PLN Batam melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Imam Syafi’i Batam, sekaligus menyerahkan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan rambu-rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Program ini mengusung semangat Perempuan Tangguh Bencana, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi kondisi darurat maupun bencana. Adapun PPIT Imam Syafi’i dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki sistem boarding school, di mana para santri tinggal dan beraktivitas selama 24 jam di lingkungan pondok pesantren. Kondisi tersebut menjadikan kesiapsiagaan terhadap potensi keadaan darurat, termasuk kebakaran dan bahaya kelistrikan, sebagai aspek penting yang perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pelaksanaan program ini juga menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam peningkatan kapastias dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Tidak hanya melaksanakan penyerahan bantuan, PLN Batam juga memberikan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan dan simulasi penggunaan APAR. Kegiatan ini diikuti oleh 269 siswa, 181 siswi, serta tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Ketua Srikandi sekaligus VP HCGA PLN Batam, Euis Hermawati, menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai keselamatan dan tanggap darurat perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya keselamatan.
“Melalui program Srikandi Sahabat Anak dan Srikandi Movement, kami ingin menghadirkan manfaat berupa penyediaan sarana pendukung keselamatan dan peningkatan kapasitas para santri dan santriwati yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Kami berharap mereka mampu memahami langkah-langkah pencegahan, merespons kondisi darurat dengan tepat, serta menjadi agen edukasi keselamatan bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Euis.
Ia menambahkan bahwa Srikandi PLN Batam terus berkomitmen menjalankan program-program yang berorientasi pada berbagai aspek, antara lain pendidikan, kesehatan, keselamatan, dan pemberdayaan masyarakat, sebagai bagian dari implementasi kepedulian sosial perusahaan yang berkelanjutan serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya.
“Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat. Kami percaya bahwa budaya keselamatan harus dibangun sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama,“ pungkas Euis.
Sementara itu, Kepala PPIT Imam Syafi’i, Khaidir, menyampaikan apresiasi atas perhatian PLN Batam terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan di lingkungan sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Batam, khususnya Srikandi PLN Batam, atas bantuan yang telah diberikan. Program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan warga sekolah menghadapi keadaan darurat sekaligus menambah wawasan mengenai pentingnya budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Khaidir.
Melalui program ini, PLN Batam telah menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menyediakan layanan ketenagalistrikan yang andal, tetapi juga melaksanakan berbagai program sosial yang menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.









