Bahas Operasi Yustisi, Pangdam: Jangan Coba-Coba ke Surabaya Kalau Nggak Pakai Masker

0
676

Surabaya (DKN) – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengungkapkan jika dirinya telah menyiagakan ribuan personel TNI yang
nantinya akan bersinergi dengan pihak Kepolisian dan instansi terkait dalam rangka upaya pemutusan rantai pandemi di Surabaya Raya.

Hal itu, dikatakan oleh Pangdam dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Ruang Rupatama Mapolda Jatim. Kamis, (17/8/20).

“Ibarat kalau TNI-Polri latihan, menghancurkan dulu centralnya. Kekuatan Covid-19 sekarang ada di Surabaya. Kita hancurkan dulu. Kemarin saya sudah diskusi kecil dengan Kapolda,” kata Mayjen TNI Widodo.

Baca Juga :  Wujudkan Impian Bapak Naryo, Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad Bedah Rumah Bersama ICN Peduli

Dalam razia yustisi protokol kesehatan di Surabaya Raya, pihaknya telah menyiagakan ribuan personel khusus dalam rangka mensukseskan yustisi yang rencananya akan berjalan selama 14 hari.

“Khusus untuk 750 (personel, red) di Surabaya, 500 di Sidoarjo dan 500 di Gresik,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan razia itu, Mayjen TNI Widodo telah mempersiapkan jam operasional personel yang nantinya akan terus bersiaga selama 24 jam di beberapa titik wilayah di Surabaya Raya. “Jadi nanti, satu shift 8 jam,” jelas Pangdam.

Baca Juga :  Pemerintah Targetkan Vaksinasi COVID-19 Capai 300 Juta Dosis di Akhir Tahun 2021

Dikatakan Pangdam jika nantinya terdapat beberapa titik wilayah yang menjadi prioritas pelaksanaan operasi itu. Selain jalan protokol, masyarakat yang hendak ke Surabaya melalui pintu tol, juga menjadi sasaran razia protokol kesehatan itu.

“Bagi pelanggar, kita hukum. Jadi masyarakat berpikir, jangan coba-coba ke Surabaya kalau nggak pakai masker,” tegas Mayjen TNI Widodo.

Autentifikasi

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini