Peternak Babi di Pulau Barelang dan Pulau Bulan Keluhkan Harga Jual Daging di Pasaran Batam 

0
186
Thomas AE, Ketua LSM - GERAKAN BERANTAS KORUPSI (LSM - GEBUKI).

Batam (DKN) – Peternak babi yang berada di sekitaran Pulau Barelang dan Pulau Bulan sangat mengeluhkan harga jual daging babi lokalan di sejumlah pasar di Batam. Seperti pasar legenda, pasar puja bahari nagoya, pasar penuin, pasar cahaya garden, pasar tiban centre dan beberapa pasar lainnya.

Persaingan harga daging babi di Batam membuat para peternak mengeluh akibat dugaan daging beku babi yang dipasok oleh oknum tertentu dari luar negeri secara ilegal diperjualbelikan dengan harga yang jauh lebih murah.

Salah seorang peternak babi di Pulau Barelang yang enggan menyebutkan namanya mengemukakan sejak masuknya daging babi beku dari luar negeri yang diduga masuk secara ilegal ke Batam membuat peternak di Pulau Barelang dan Pulau Bulan berimbas secara langsung.

“Harga daging babi beku yang diduga dipasok dari luar negeri ini jauh lebih murah hingga menyebabkan penurunan harga secara drastis hingga mencapai 70%, “ucapnya.

Menyikapi hal ini, Thomas AE selaku pengamat bisnis dan Ketua LSM – Gerakan Berantas Korupsi (LSM – GEBUKI) meminta kepada pihak Bea Cukai Batam, Kesyahbandaran, Karantina Hewan dan Tumbuhan, BP Batam maupun instansi terkait lainnya agar melakukan pengawasan di sejumlah pelabuhan tertentu untuk mencegah masuknya daging tersebut.

“Bisa saja masuknya daging babi beku ini dari luar negeri yang mengakibatkan harga jual di pasaran jadi berpengaruh, sehingga berdampak buruk bagi pasokan penjualan ternak lokal dari Pulau Bulan,” Sebut Thomas.

Thomas juga menyampaikan butuhnya perhatian dan kolaborasi pemerintah dan instansi terkait untuk mengawasi jalur lalu lintas laut yang berpotensi masuknya daging babi beku tersebut ke Provinsi Kepri, khususnya ke Kota Batam.

“Kita minta sinergitas instansi terkait untuk menghentikan dan menutup perdagangan  daging beku tersebut secara illegal yang diduga dilakukan oleh oknum – oknum tertentu,” ujarnya.

Sementara itu dari pantauan di lapangan, Bahwa hampir semua pelabuhan Kargo yang ada disejumlah Pelabuhan di Batam tidak menyediakan alat pemindai atau X-Ray, lalu bagaimana sistem pengecekan dan pengawasan barang – barang ilegal masuk ke Batam ?

Hingga berita ini diterbitkan pihak instansi terkait belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangannya. (ss)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini