Batam (DKN) – Penggunaan anggaran Belanja Operasional Sekolah (BOS), mengalami lonjakan yang cukup besar pada periode 2023, 2024, dan 2025 di SMK Negeri 1 Batam. Utamanya lonjakan anggaran ini terjadi pada anggaran belanja daya dan jasa.
Pada periode 2020, 2021 dan 2022. penggunaan pagu anggaran belanja daya dan jasa di SMK Negeri 1 Batam, diketahui hanya menggunakan anggaran dikisaran angka Rp 300 juta setiap pertahun.
Namun setelah peralihan jabatan kepala sekolah pada akhir tahun 2022 lalu dan dijabat oleh Deden Suryana, anggaran belanja daya dan jasa di SMK Negeri 1 Batam, tiba-tiba melambung menjadi sangat besar.
Kenaikan anggaran belanja daya dan jasa di SMK Negeri 1 Batam mengalami peningkatan sebesar 61,43% pada periode 2023. Sebelumnya pada periode 2022 penggunaan anggaran daya dan jasa hanya sebesar Rp 329.393.749. Pada periode 2003 anggaran ini meningkat menjadi Rp 531.724.699.
Anggaran ini kembali meningkat pada periode 2024 menjadi Rp 639.053.215. Pada ada periode 2025 tercatat penggunaan anggaran juga cukup sebesar yakni Rp 637.500.886. Perihal peningkatan jumlah penggunaan anggaran belanja daya dan jasa di SMK Negeri 1 Batam ini, belum ada pihak yang bisa dimintai keterangan.
Deden Suryana, selaku Kepsek belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi. Pasalnya Kepsek Deden Suryana, diduga telah melakukan pemblokiran kontak wartawan, ketika baru mulai dikonfirmasi untuk mempertanyakan penggunaan anggaran tersebut.
Pemblokiran kontak yang dilakukan Kepsek Deden terhadap wartawan ini memang sedikit aneh. Pasalnya wartawan yang mendapat pemblokiran kontak, sebelumnya tidak pernah berhubungan, apalagi bertemu dengan Deden Suryana.
Kuat dugaan pemblokir ini sengaja dilakukan untuk menghindari pertanyaan pertanyaan wartawan, menyangkut dengan kebijakan atau kewenangan jabatannya di SMKN Batam.
Pemblokiran yang dilakukan Deden Suryana terhadap kontak wartawan ini, akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KACABDIS) Kepri wilayah Kota Batam, Kasdianto, S.Pd.
Dalam pernyataannya Kacabdis Kasdianto, S.Pd, menyayangkan pemblokiran kontak wartawan yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah Deden Suryana.
Dalam pernyataannya Kasdianto, S.Pd justru memiliki pandangan berbeda terhadap wartawan. Ia menyampaikan bahwa keberadaan wartawan atau Pers itu sangat penting.
“Bagi saya pribadi, wartawan atau Pers itu sangat penting fungsinya bagi keberadaan Pemerintahan. Wartawan itu adalah profesi yang resmi di suatu negara,” ujar Kasdianto, S.Pd.
Kasdianto tidak mau mengomentari lebih jauh mengenai sikap Kepsek Deden Suryana yang terkesan memiliki kebencian terhadap profesi wartawan.
Sebaliknya Kasdianto, memilih memuji Deden Suryana yang menurutnya sebagai Kepala Sekolah berprestasi.
“Selama ini menurut pandangan kami Kepsek SMKN 1 Batam cukup berprestasi. Bahkan SMKN 1 BATAM itu terbaik secara Nasional,” ujar Kasdianto tanpa memberikan komentar akan sikap Kepsek Deden Suryana yang memblokir kontak wartawan tanpa alasan yang jelas. (*/ti)










