Lapas Cipinang Bangun Siklus Perbaikan Pembelajaran di PKBM Warga Mandiri

0
19
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan belajar.

Jakarta (DKN) – Tidak sekadar memastikan kelas berjalan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang mulai bangun budaya evaluasi untuk menjaga kualitas pembelajaran Warga Binaan. Para tutor PKBM Warga Mandiri duduk bersama, Jumat (25/9), membawa pengalaman selama satu pekan di ruang kelas untuk diolah menjadi bahan perbaikan pembelajaran berikutnya.

Bagi AV, salah seorang tutor, forum tersebut penting karena kondisi di kelas tidak selalu sama dengan yang direncanakan. Perbedaan kemampuan, respons, dan kebutuhan peserta menuntut tutor terus menyesuaikan pendekatan belajar.

“Setelah mengajar, kami jadi tahu bagian mana yang mudah diterima, mana yang masih sulit, dan bagaimana respons peserta. Di forum ini pengalaman itu bisa kami diskusikan bersama, sehingga pertemuan berikutnya kami tidak sekadar mengulang cara yang sama,” ungkapnya.

Diskusi membahas dinamika kelas, respons peserta, efektivitas metode, kendala, hingga kebutuhan tindak lanjut. Dengan pola tersebut, pengalaman tutor tidak berhenti sebagai catatan masing-masing, tetapi menjadi umpan balik untuk memperbaiki proses pembelajaran secara bersama.

Baca Juga :  Sigap, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sukodadi Tangani Tanggul Jebol

Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan belajar. Evaluasi diperlukan untuk memastikan pembelajaran benar-benar menjawab kebutuhan Warga Binaan.

“Kelas yang berjalan belum tentu berarti proses belajarnya sudah optimal. Kita harus melihat apa yang berhasil, apa yang belum, dan apa yang dibutuhkan peserta. Evaluasi harus menghasilkan perbaikan agar setiap pembelajaran semakin bermakna bagi Warga Binaan,” tegas Dr. Syarpani.

Pembina PKBM Warga Mandiri, Septiyawan, menjelaskan penguatan juga dilakukan dari sisi tata kelola pendidikan. PKBM Warga Mandiri telah melaksanakan kewajiban sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), seiring dengan pemetaan kebutuhan pendidikan, penguatan kapasitas tutor, penataan administrasi, dan pengembangan metode pembelajaran yang lebih kontekstual serta partisipatif.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Sirkuit Mandalika, PLN Siap Sukseskan 2 Ajang Bergengsi Dunia

“Yang kami benahi bukan hanya kegiatan belajar di kelas. Administrasi pendidikan, data peserta, kesiapan tutor, hingga evaluasi pembelajaran harus berjalan beriringan. Dengan begitu, layanan pendidikan kesetaraan dapat dikelola secara lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan,” jelas Septiyawan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan sebagaimana ditegaskan dalam poin ke-11 dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui PKBM Warga Mandiri, Lapas Cipinang tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi terus membenahi mutu pembelajaran dan tata kelolanya, agar kesempatan belajar bagi Warga Binaan benar-benar berjalan terstruktur, berkelanjutan, dan memberi bekal bagi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini